JEJAK PERPUSTAKAAN KELILING INDONESIA DI MASA KOLONIAL BELANDA
(dikutif dari FB : Joko Santoso)

Dahulu orang mengenalnya dengan sebutan mobil buku. Mobil tersebut berasal dari Balai Pustaka (Kantor untuk Volkslectuur) di Batavia, sekarang Jakarta. Lembaga pemerintah ini didirikan pada tahun 1908 dengan tujuan untuk menyebarkan pengetahuan tentang Melayu dan sebagian besar buku yang diterbitkan sendiri dalam bahasa Melayu ke kalangan pribumi.

Inilah yang menjadi cikal bakal perpustakaan keliling yang banyak dimanfaatkan masyarakat dan itu berarti usia mobil buku atau perpustakaan keliling sudah 109 tahun yang seusia dengan lahirnya organisasi pemuda “Boedi Oetomo”… (Sumber foto dan teks: Troppen Museum, Netherlands)

Leave a Reply

%d bloggers like this: