Sudah sering kita mendengar istilah DDC. Sebagai seorang pustakawan ataupun orang yang berkecimpung di dunia perpustakaan, pastilah sangat familiar dengan istilah DDC ini. Tapi tahukah Anda apa itu DDC? Dan siapakah yang awal mula menciptakan DDC?

DDC (Dewey Decimal Clasification) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melville Louis Kossuth Dewey (1851 – 1931) pada tahun 1873. Dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1876 dalam bentuk sebuah pamflet yang berjudul : “Subject Index for Cataloguing And Arrangging The Books and Pamphlets of A Library”. Penerbitan pamflet tersebut menandai terbitnya Sistem Dewey Decimal Classification, yang lebih dikenal dengan singkatannya, DDC. Sejak itu DDC telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan hingga tahun ini.

DDC penting karena dengan pengklasifikasian tersebut maka koleksi perpustakaan dapat dikelola dengan rapi dan tertib. Lebih dari 135 negara menggunakan DDC ini untuk memudahkan mereka mengatur serta menyediakan akses ke koleksi perpustakaan mereka.

Klasifikasi Dewey muncul pada sisi – sisi buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau diletakkan ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya lebih dari tiga digit. Setelah digit ketiga ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan ke angka berikutnya. Ada 10 (sepuluh) klas utama (main class) dalam sistem DDC yang dibagi lagi dalam 10 bagian. 10 bagian ini dapat dibagi lagi dalam 10 bagian lainnya. Kesepuluh klas utama (main class) itu adalah :

000 – 099  Klas Karya Umum

100 – 199 Klas Filsafat dan Psikologi

200 – 299 Klas Agama

300 – 399 Klas Ilmu Sosial

400 – 499 Klas Bahasa

500 – 599 Klas Ilmu Pengetahuan Murni

600 – 699 Klas Ilmu Pengetahuan Terapan / Teknologi

700 -799 Klas Seni, Olah raga, Hiburan

800 – 899 Klas Kesusasteraan

900 – 999 Klas Biografi, Ilmu Bumi, Sejarah. rs

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: